TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Tembak Aparat Militer Indonesia Di Nabire, Balas Serangan Militer Indonesia Di Intan Jaya Yang Menewaskan Belasan Warga Sipil
Nabire-TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Tembak Aparat Militer Indonesia Di Nabire, Balas Serangan Militer Indonesia Di Intan Jaya Yang Menewaskan Belasan Warga Sipil. Jumat ,17 Oktober 2025.
Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 18 Oktober 2025
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan pada hari ini dari Pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya bahwa penyerangan terhadap aparat militer indonesia, Sat Reskrim Narkoba dan jajarannya di Topo Nabire pada hari Jumat, 17 Oktober 2025 dilakukan oleh Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya sebagai serangan balasan atas operasi tempur di Intan Jaya yang menewaskan belasan warga sipil di Kampung Soanggama pada 15 Oktober 2025.
Kami juga menyampaikan kepada semua pihak bahwa TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dan TPNPB Kodap XXIX Somatua Intan Jaya sudah pernah menggumumkan atau memberitahukan kepada semua pihak bahwa medan perang kami ada di Nabire, jalan trans Papua. Sehingga semua warga sipil Papua yang tujuan Nabire-Ilaga lewati jalan trans maka kaca mobil dibuka dan helm dibuka mulai dari wilayah Sampaaga harus wajib ikuti perintah kami. Hal ini sebagai bentuk himbauan resmi yang diulagi guna menjauhi jatuhnya korban sipil yang lebih banyak. Dan aksi penembakan terhadap orang asli Papua di Nabire tersebut kami lakukan, karena kami pun tidak mengetahui saat anda melewati wilayah tersebut dan juga karena kaca mobil semua tertutup sehingga kami kira aparat militer indonesia.
Terkait dengan hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyampaikan kepada semua pihak untuk wajib mengikuti perintah TPNPB karena wilayah Nabire telah menjadi wilayah perang TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dan TPNPB Kodap XXIX Somatua Intan Jaya untuk diketahui oleh semua pihak sesuai pernytaan sikap yang diterima oleh kami. Dan juga disampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB di wilayah adat Meepago agar ambil wilayah perang yang sama di Nabire.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menanggapi keputusan Aner Maiseni, Bupati Intan Jaya bahwa terkait keputusan Tanggap Darurat Konflik Bersenjata yang dikeluarkan oleh pihaknya pada 13 Oktober 2025 sedikit keliru dan sudah didesain oleh pihak untuk mengerahkan pasukan militer indonesia untuk melakukan operasi tempur di Kampung Soanggama pada 15 Oktober 2025 yang telah menewaskan belasan warga sipil diantaranya terdapat seorang ibu dan orang dalam gangguan kejiwaan.
Keputusan Tanggap Darurat pada 13 Oktober 2025 ini keliru, yang harus dikeluarkan secara sah oleh Pemerintah ialah perintah evakuasi warga sipil dari kampung-kampung di Intan Jaya sebelum terjadinya operasi tempur militer indonesia dalam rangka pengejaran dan penyerbuan terhadap pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya yang berada disana. Karena tidak ada perintah evakuasi yang jelas maka saat terjadinya penyerbuan mengakibatkan belasan warga sipil tewas ditembak mati setelah aparat militer indonesia mengepung rumah laki-laki dan melakukan penembakan brutal serta penangkapan dan eksekusi mati dilakukan oleh seorang ibu dan tiga anggota TPNPB, yang disaat kejadian mereka terpisah dari warga sipil.
Sehingga aksi penyerangan tersebut diminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera membuka akses terhadap Palang Merah Internasional untuk mengunjungi Tanah Papua untuk membantu seratus ribu lebih warga sipil yang telah mengungsi di Intan Jaya, Nduga, Maybrat, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Puncak, Puncak Jaya, Lanny Jaya dan wilayah-wilayah konflik bersenjata lainnya di Tanah Papua sesuai data yang dikeluarkan lembaga independen dalam laporan Human Rights Monitor terkait situasi konflik bersenjata di Tanah Papua antara TPNPB dengan Militer Indonesia yang telah mengorbankan banyak warga sipil (https://humanrightsmonitor.org/news/growing-human-rights-concerns-amidst-significant-expansion-of-military-presence-across-the-west-papuan-central-highlands/).
Demikian Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Jumat, 17 Oktober 2025 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
Komentar
Posting Komentar