Warga Mamberamo Tengah Bangkit! Tolak OPM dan Serukan Papua Damai Tanpa Kekerasan

Mamberamo Tengah Papua- Gelombang penolakan terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) terus meluas di berbagai wilayah Papua. Kali ini, suara tegas datang dari masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah yang menggelar aksi damai menolak keberadaan OPM di tanah mereka.

Aksi yang berlangsung di pusat kota Kobakma, ibu kota Mamberamo Tengah, Rabu (8/10/2025), diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan. Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan seruan damai, menolak segala bentuk kek*rasan dan teror yang dilakukan kelompok bers*njata.

Dalam orasi mereka, para peserta menyampaikan kekecewaan dan penolakan terhadap OPM yang dinilai tidak lagi berpihak pada rakyat, melainkan menjadi sumber penderitaan dan ketakutan bagi masyarakat sipil.

“Kami tidak ingin hidup dalam bayang-bayang ketakutan. OPM bukan solusi bagi Papua. Mereka hanya menambah penderitaan rakyat. Karena itu kami menolak keberadaan mereka di tanah Mamberamo Tengah, ” tegas Yohanes Kobogay, tokoh pemuda yang memimpin aksi tersebut.

Dukungan terhadap aksi damai ini juga datang dari tokoh adat setempat. Kepala Suku Kobakma, Elias Wanimbo, menegaskan bahwa tanah Mamberamo Tengah adalah tanah damai yang harus dijaga oleh semua anak negeri.

“Kami lahir dan besar di tanah ini untuk hidup berdampingan, bukan untuk saling memb*nuh. OPM telah banyak membuat luka di tanah Papua. Karena itu, kami berdiri tegak menolak mereka, ” ujarnya lantang di hadapan massa.

Menurut Elias, tindakan OPM yang kerap melakukan pemer*san, peng*nc*man, dan kek*rasan terhadap masyarakat — baik orang asli Papua (OAP) maupun pendatang — telah merusak sendi-sendi kehidupan sosial dan adat di Mamberamo Tengah.

Aksi damai berjalan tertib dan aman dengan pengawalan aparat keamanan. Warga bersepakat bahwa perdamaian dan pembangunan adalah jalan terbaik bagi masa depan Papua, bukan perjuangan bers*njata yang hanya memakan korban rakyat sendiri.

Penolakan Terhadap OPM Lewat Petisi Damai
Seruan damai ini menjadi pesan kuat bagi kelompok OPM bahwa perjuangan dengan kek*rasan sudah tidak mendapat tempat di hati rakyat Papua.

“Kami hanya ingin hidup tenang, membangun masa depan anak-anak kami, dan menolak segala bentuk kekerasan. Papua butuh kedamaian, bukan senjata, ” tutur Yohanes.

Penolakan masyarakat Mamberamo Tengah mempertegas bahwa semakin banyak rakyat Papua yang menyadari bahwa kedamaian adalah kunci kemerdekaan sejati. OPM yang dulu mengklaim berjuang untuk rakyat kini dianggap justru menjadi anc*man bagi kehidupan mereka sendiri.

“Suara rakyat sudah jelas. Kami ingin damai, bukan perang, ” tutup Elias.

Mamberamo Tengah telah bersuara. Kini saatnya seluruh Papua bersatu menolak teror dan membangun masa depan yang damai, aman, dan sejahtera.

#Julyanozydane

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riksiapops Satgas Mandala VI Kopassus, Tim Taipur Kostrad dan Timsus Yonif 330 Pamtas RI-PNG

Syukuran Kenaikan Pangkat Prajurit, Kesehatan Sat 71 Kopassus

Prajurit Satgas Mandala khususnya Sattis Timika, Minggu 05 Oktober 2025 Bersama Warga SP 13 Ibadah bersama